Home > AMALAN, RELIGI > BEBERAPA PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

BEBERAPA PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

13260208_568094960031289_4975076382386004382_n

BEBERAPA PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

(oleh: Abu Hasan Alhaddad)

Ikhwani rahimakumullah insyaAllah dalam waktu dekat kita akan memasuki bulan yg penuh dengan kemuliaan, raja nya seluruh bulan2 sayyidussyuhur yaitu bulan suci Ramadhan, maka dalam hal ini ada beberapa point yg perlu kita garis bawahi sebagai bentuk persiapan kita menyambut datangnya bulan suci ramadhan agar kita mendatangi bulan suci ramadhan dalam keadaan semaksimal mungkin dan sebaik mungkin, dan semoga apa yg akan kita kaji ini dapat membawa manfaat buat kita khususnya di bulan suci ramadhan insyaAllah aamiin ya rabbal ‘alamin..

Yg pertama, hendaknya kita kaum muslimin dan khususnya kaum muslimat mengingat dan menghitung apabila dibulan ramadhan yg lalu ada puasa yg kita tidak tunaikan, apabila dibulan ramadhan yg lalu kita sakit atau kita musafir sehingga kita membatalkan puasa kita atau seorang wanita muslimah yg datang bulan sehingga dia tidak puasa maka hendaknya dia segera bergegas membayar puasa ramadhan tersebut sebelum datang bulan ramadhan yg berikutnya.
Sayidah Aisyah menyatakan ‘
أن عائشة رضي الله عنها تقول كان يكون علي الصوم من رمضان فما أستطيع أن أقضي إلا في شعبان قال يحيى (الراوي) الشغل من النبي أو بالنبي صلى الله عليه وسلم
“Aku punya kewajiban mengqodho puasa Romadhon namun aku tidak bisa mengqodho nya kecuali dibulan syaban ” HR Bukhari
Hal itu krn beliau sibuk melayani Rasulullaah dan di bulan syaban Rasulullaah pun banyak puasa.

Point yg kedua adalah hendaknya kita merapikan atau menata aqidah kita setiap muslim wajib meyakini bahwasanya puasa ramadhan adalah suatu kewajiban dari Allah SWT bukan sesuatu yg sunnah atau anjuran biasa sehingga ulama menjelaskan manakala seorang muslim meyakini bahwa puasa ramadhan itu tidak wajib ini adalah salah satu penyebab ke murtad-an atau dia keluar dari pada agama islam wal ya’udzubillah mindzalik, karena Allah SWT telah menjelaskan ini dalam Al Qur’an
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)
[Surat Al-Baqarah 183]
sehingga orang yg tidak meyakini ayat al qur’an atau meragukan kewajiban puasa, hal ini bisa MENYEBABKAN (memicu) dirinya keluar dari agama islam naudzubillah mindzalik sehingga hendaknya setiap muslim meyakini membisikin kepada hatinya dan meyakinkan kpd hatinya bahwa puasa dibulan suci ramadhan ini adalah kewajiban yg tidak bisa di NEGOSIASIKAN (ditawar-tawar),

point yg ketiga hendaknya kita sambut ramadhan dgn hati gembira, jangan sampai ada perasaan berat hati dalam hati kita ketika datang bulan suci ramadhan, mungkin sebagian orang merasakan bahwa ketika datang ramadhan dia merasa keberatan sehingga dia merasakan khawatir kerjanya terganggu atau urusan2 duniawinya menjadi terbengkalai karena datangnya bulan suci ramadhan sehingga dia merasa berat DAN TERBEBANI DENGAN DATANGNYA BULAN SUCI RAMADHAN dan ini dinyatakan oleh Al Imam ibnu hajar dalam kitab azawajir bahwa perasaan yg demikian adalah merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan ini adalah dosa hati yg tidak boleh dibiarkan pada hati seorang muslim meremehkan kedatangan bulan suci ramadhan atau sedih dengan kedatangan bulan suci ramadhan atau susah hati dan keberatan ini adalah perkara yg sangat berbahaya dalam aqidah umat islam.

Justru kita diperintahkan untuk bahagia dengan anugerah Allah dan Romadhon adalah salah satu anugerah terindah yang pernah Allah berikan kpd kita.
(قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ)
“Katakanlah hendaknya mereka bahagia dengan anugerah dan rahmatNya, hal itu lebih baik daripada apapun yang mereka kumpulkan”
[Surat Yunus 58]

dalam hadits juga disebutkan :
“من سرته حسنته وساءته سيئته فهو مؤمن”
(Rasulullah SAW bersabda : “siapa orang yang berbahagia akan perbuatan baiknya dan sedih akan perbuatan buruknya dialah orang mu’min” Hr Atturmudzy.
sehingga ini bisa menjadi barometer keimanan kita, apabila datang bulan suci ramadhan dan kita bahagia kita menyambutnya insyaAllah kita akan melakukan sholat tarawih kita akan melakukan ibadah2 yg lainnya perasaan gembira yg akan melahirkan perbuatan2 baik ini atau perasaan gembira akan perbuatan2 baik ini adalah indikasi keimanan seseorang sebagaimana yg di sabdakan Rasulullah SAW tersebut, dan sebaliknya apabila seseorang merasa keberatan dgn sesuatu yg dibesarkan oleh Allah SWT, maka ini adalah indikasi terdapat benih2 kemunafikan dalam hatinya naudzubillah mindzalik sehingga apabila hal ini dipelihara bukan tidak mungkin nilai2 keimanannya akan terus merosot dan akan menjerumuskannya kedalam wafat dalam keadaan suul khotimah atau dalam keadaan yg tidak baik wal yaudzubillah mindzalik.

yg ke empat, dijelaskan oleh Al Habib Salim bin Abdullah Assyatiri bahwa sebagian para salafussholeh apabila hendak datang bulan suci ramadhan dibulan sya’ban mereka dari awal sudah menyiapkan persiapan2 yg mereka butuhkan selama bulan ramadhan, entah itu berupa makanan berupa pakaian dan lain sebagainya sehingga ketika datang bulan suci ramadhan mereka sudah tidak disibukan lagi dgn urusan2 duniawi mereka sudah tdk perlu lg pergi kepasar karena mereka menganggap bahwa waktu satu detik dibulan suci ramadhan adalah satu hal yg sangat mahal yg tidak bisa digantikan dengan waktu2 diluar bulan suci ramadhan sehingga para salafussholeh memiliki kebiasaan bahwa mereka mencukupi kebutuhan pangan mereka, kebutuhan mereka makanan mereka pakaian mereka, bahkan untuk idul fitri sekali pun untuk pakaian lebaran mereka dari awal bulan sya’ban mereka sudah memenuhi kebutuhan tersebut sehingga ketika datang bulan suci ramadhan dari awal sampai akhir mereka sudah tidak disibukan lagi dengan urusan duniawi mereka dan mereka beribadah dengan tenang kpd Allah SWT.

ada sebuah kisah dari salah seorang yg rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah saya dimana dia adalah seorang pedagang minuman es cendol dan setiap harinya setiap dia berdagang dia menyisihkan uang untuk dia tabungkan sehingga apabila sudah datang bulan suci ramadhan dia buka celengan tersebut dan dia tutup gerobaknya dan dia tidak berdagang sama sekali dan kemudian dari tabungan itu dia berikan kpd istrinya untuk keperluan selama bulan suci ramadhan dan lebaran. Ini adalah salah seorang kakek tua yg bukan seorang ustad bukan seorang ulama namun dia memiliki perhatian yg lebih kpd bulan suci ramadhan dan orang2 yg memiliki perhatian lebih kpd bulan suci ramadhan itu telah dilakuan oleh para ulama2 soleh sebelum kita.

Al Habib Abdullah Bin Husein Bin Thohir apabila datang bulan suci ramadhan dia panggil seluruh anggota keluarganya anak2nya ditanya “kamu, apa yg akan kamu tambah amalan dibulan suci ramadhan yg belum kamu lakukan diluar bulan ramadhan..” “kamu fulan, tambahan amalan apa yg akan kamu lakukan di bulan suci ramadhan yg tidak kamu lakukan diluar bulan suci ramadhan”, semua anaknya ditanya satu persatu sehingga setelah semua ditanya beliau menangis, beliaiu memangis tersedu-sedu dan ditanya oleh putra putri beliau “wahai ayah kenapa engkau menangis??” Beliau mengatakan “aku iri pada kalian, aku ingin seperti kalian, kalian bisa menambah amalan baru yg blm kalian lakukan di luar bulan suci ramadhan sedangkan aku sebelum ramadhan waktu yg aku gunakan ibadah sudah full sehingga ketika masuk bulan suci ramadhan aku bingung ingin menambahkan amalan apa lagi” ulama menyatakan ini orang yg sangat soleh beliau karena sebelum ramadhan pun beliau sudah posisikan seperti sebelum ramadhan sehingga beliau sangat mengetahui nilainya bukan suci ramadhan sehingga diluar ramadhan amaliyah beliau sama dgn bulan suci ramadhan namun beliau tetap merasa terenyuh dan merasa dirinya selalu kurang kepada Allah SWT.

Maka maasyirol ikhwah rahimakumullah marilah kita persiapkan bulan suci ramadhan dengan sebaik mungkin, hormati bulan suci ramadhan kita tiru mereka sebisa kita jangan sampai kita nodai bulan suci ramadhan dgn hal2 yg memancing kemurkaan Allah SWT karena hal itu bisa menjerumuskan kita kedalam musibah dunia akhirat wal yaudzubillah mindzalik.
Hadza..Ini yg bisa saya sampaikan mudah2 kita bisa mendapatkan kebaikan dunia akhirat dengan sebab menyambut dan mempersiapkan diri akan datangnya bulan suci ramadhan Aamiin yaRabbal alamin.

Categories: AMALAN, RELIGI
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: